Di era digital ini, khususnya mengenai dampak perkembangan industri 4.0, kebutuhan masyarakat kita tercatat mengalami peningkatan. Kebutuhan tersebut kini tidak hanya menyasar pada kebutuhan sandang, pangan, dan papan, namun juga menyangkut soal data. Tentu jika berkaitan dengan data, kita pasti membutuhkan koneksi internet. Tanpa adanya internet di era digital ini, sangat mustahil untuk memperoleh data. Mulai dari pelajar, guru, dosen, pengusaha, maupun pebisnis niscaya membutuhkan data dalam proses produktifnya.
Atas dasar itu, mereka harus terhubung ke dunia maya setiap hari dan menjadi landasan bahwa internet merupakan kebutuhan pokok bagi generasi milenial maupun generasi Z. Saya yakin semua orang mendambakan koneksi internet cepat dan juga stabil. Namun mengenai kestabilan koneksi, bergantung pada media transmisi yang dipakai provider. Berdasarkan riset, fiber optik menduduki peringkat pertama untuk urusan kestabilan koneksi. Oleh karena itu mayoritas pengguna lebih memilih layanan internet fiber optik dibandingkan layanan wireless broadband maupun vsat (layanan internet berbasis satelit).
Dengan keunggulan yang dimiliki fiber optik, maka berbagai provider berbondong-bondong meluncurkan paket internet terbaiknya. Sehingga saking banyaknya penawaran hal ini menimbulkan kebingungan terhadap calon pelanggan baru alias pemula. Supaya tidak bingung atau rugi dalam memilih paket internet fiber optik, beberapa hal di bawah ini perlu Anda pertimbangkan, diantaranya sebagai berikut:
1. Fokus pada Lokasi Anda
Lokasi tempat tinggal Anda merupakan hal yang utama untuk diperhatikan. Mengapa? Jawabannya
cukup sederhana. Hal ini dikarenakan dukungan fiber optik hanya mencakup sebagian wilayah
padat penduduk dan juga mudah dijangkau oleh motor atau mobil. Manfaatkan mesin pencari
untuk menggali informasi tentang dukungan fiber optik di wilayah Anda.
2. Sesuaikan Budget dan Kebutuhan
Jika wilayah Anda mendukung jaringan fiber optik milik dua atau tiga provider, selanjutnya
Anda perlu membandingkan paket internet mereka. Dalam membandingkan paket, perhatikan
budget penghasilan Anda. Sesuaikan dengan kemampuan. Apabila harga paketnya sama atau
selisih sedikit, lihatlah pada bandwith kecepatan yang ditawarkan dan sistem layanannya,
apakah memakai FUP atau unlimited. Pengertian dari FUP di sini mirip dengan pengertian
kuota. Bila sebelum batas waktu akhir bulan pemakaian FUP melebihi ketentuan biasanya
terjadi penurunan kecepatan internet. Hal ini merupakan aturan dari provider tertentu.
Jadi tidak bisa dipukul rata semua provider menerapkan kebijakan ini. Oleh karena itu,
saran saya, carilah layanan internet fiber optik yang tidak dibatasi FUP alias unlimited.
Sehingga Anda tidak usah khawatir kalau sewaktu-waktu kecepatan internetnya menurun.
3. Perhatikan Tagihan Bulan Pertama
Ini juga menjadi hal penting untuk dipertimbangkan. Masing-masing provider tentu kebijakannya
berbeda. Beberapa provider ada yang menggratiskan biaya pemasangan, ada pula yang menerapkan
tarif tertentu. Biasanya biaya pemasangan dibebankan pada tagihan bulan pertama sekaligus
biaya sewa alat atau perangkat. Namun ada juga provider yang mewajibkan calon pelanggan
membeli perangkatnya sehingga menimbulkan pembengkakan tagihan bulan pertama. Akan tetapi
Anda tidak usah khawatir. Hal itu hanya terjadi pada bulan pertama, di bulan selanjutnya
Anda hanya ditagih biaya langganan dan perangkat tersebut menjadi hak milik Anda yang bisa
dijual kapan pun.
4. Baca Review dari Pelanggan
Posisi Anda di sini sebagai calon pelanggan. Yang namanya calon pelanggan sebagian besar
belum mengetahui kualitas layanan dari provider, sehingga sangat disarankan untuk membaca
atau mendengar review beberapa pelanggan. Review tersebut banyak tersedia di media sosial
atau situs-situs tertentu. Silakan buat catatan sendiri mengenai kualitas layanannya.
So, akhir kata dari saya, sebelum menentukan provider internet fiber optik kita harus menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait kualitas layanan yang ditawarkan. Agar kelak sewaktu berlangganan kita tidak kecewa.
0 Komentar